LIVESenin, 19 Oktober 2026 • Memuat waktu...Jakarta31°C
PASAR REAL-TIME:
IHSG7.842,15+0.68%|
EMAS ANTAMRp2.655.000/gr+1.42%|
USD / IDRRp18.045+0.14%|
EUR / IDRRp20.221+3.64%|
BITCOINRp1.492.370.000+1.28%|
IHSG7.842,15+0.68%|
EMAS ANTAMRp2.655.000/gr+1.42%|
USD / IDRRp18.045+0.14%|
EUR / IDRRp20.221+3.64%|
BITCOINRp1.492.370.000+1.28%|

Wacana Pilkada Lewat DPRD Kembali Bergulir, Peneliti Sebut Partai Politik yang Harus Dibenahi

D
Dimas Prasetyo
Redaktur Politik & Kebijakan
Selasa, 27 Oktober 2026 pukul 06.00 WIB•3 menit baca
BAGIKAN:Posting di XWhatsAppFacebook
Wacana Pilkada Lewat DPRD Kembali Bergulir, Peneliti Sebut Partai Politik yang Harus Dibenahi
Ilustrasi transisi menuju ekosistem kendaraan ramah lingkungan di Indonesia. (Foto: Dok. Istimewa)

Sorotan Utama Berita

  • Wacana Pilkada melalui DPRD kembali memicu diskursus nasional terkait efektivitas sistem demokrasi di Indonesia.
  • Kalangan peneliti menegaskan bahwa perbaikan utama harus diarahkan pada reformasi internal partai politik dan para aktornya.
  • Perubahan sistem dikhawatirkan tidak akan menyelesaikan masalah mendasar jika mentalitas transaksional politik masih mendominasi.

SOROT.IN, JAKARTA — Perdebatan mengenai masa depan sistem demokrasi di Indonesia kembali menghangat setelah wacana pemilihan kepala daerah (Pilkada) oleh Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) mengemuka ke publik. Berbagai pihak mulai menimbang efisiensi anggaran dan stabilitas politik yang kerap dijadikan argumen pendukung gagasan tersebut. Namun, di sisi lain, publik juga mengingat bagaimana Pilkada langsung selama ini telah memberikan ruang partisipasi yang luas bagi masyarakat dalam menentukan pemimpin daerah mereka.

Menanggapi dinamika ini, sejumlah peneliti politik dan kepemiluan memberikan catatan kritis yang mendalam. Menurut mereka, mengalihkan kembali kewenangan memilih kepala daerah ke tangan anggota dewan bukanlah solusi mujarab untuk mengatasi berbagai kelemahan demokrasi lokal. Masalah utama yang harus segera dibenahi bukanlah sistem pemilihannya, melainkan tata kelola partai politik serta integritas para aktor yang berada di dalamnya.

Akar Masalah Demokrasi: Transaksionalisme Partai Politik

Persoalan krusial yang kerap mencuat dalam setiap kontestasi politik di Indonesia adalah tingginya biaya politik atau high-cost politics. Hal ini sering kali berakar dari buruknya pelembagaan partai politik yang belum sepenuhnya transparan dan akuntabel dalam melakukan rekruitmen kader serta penetapan calon kepala daerah. Tanpa adanya pembenahan serius pada sistem internal partai, mekanisme pemilihan apapun yang digunakan—baik langsung oleh rakyat maupun lewat DPRD—cenderung tetap rentan terhadap praktik korupsi dan politik transaksional.

Selain itu, para pengamat mengingatkan bahwa Pilkada langsung merupakan salah satu capaian reformasi yang sangat berharga untuk merawat kedaulatan rakyat. Mencabut hak warga negara untuk memilih pemimpin secara langsung dikhawatirkan justru akan menjauhkan masyarakat dari proses pengambilan keputusan strategis di daerah. Oleh karena itu, energi bangsa seharusnya difokuskan pada penguatan regulasi partai politik dan penegakan hukum yang tegas terhadap pelanggaran pemilu.

Tantangan Reformasi Politik ke Depan

Masa depan demokrasi Indonesia sangat bergantung pada komitmen bersama antara pemerintah, legislatif, dan partai politik untuk melakukan pembenahan dari dalam. Revisi undang-undang terkait pemilu dan partai politik harus diarahkan untuk menciptakan sistem yang lebih bersih, terbuka, dan berpihak kepada kepentingan publik yang lebih luas. Keterlibatan masyarakat sipil juga menjadi kunci penting untuk terus mengawasi jalannya proses demokrasi agar tetap berada pada jalur yang konstitusional.

Pada akhirnya, publik berharap agar setiap diskursus kebijakan politik tidak sekadar berorientasi pada kepentingan jangka pendek para elite. Pembenahan sistem ketatanegaraan dan kepemiluan harus dilakukan secara komprehensif, berbasis data, serta mengutamakan partisipasi publik yang bermakna demi kemajuan bangsa Indonesia secara keseluruhan.

Tanya Jawab Seputar Topik Ini

Mengapa wacana Pilkada oleh DPRD kembali diperdebatkan?

Wacana ini kembali bergulir dengan pertimbangan efisiensi anggaran, pencegahan politik uang di level akar rumput, serta stabilitas politik selama masa pemilihan.

Apa solusi utama yang disarankan peneliti terkait masalah Pilkada?

Peneliti menyarankan agar pembenahan difokuskan pada perbaikan sistem internal partai politik dan peningkatan integritas aktor politik, bukan dengan mengganti sistem pemilihannya.

TOPIK:#Pilkada DPRD#Partai Politik#Demokrasi Indonesia#Politik Nasional
BAGIKAN:Posting di XWhatsAppFacebook
Rekomendasi Untuk AndaKonten Bersponsor
Wacana Pilkada Lewat DPRD Kembali Bergulir, Peneliti Sebut Partai Politik yang Harus Dibenahi | Sorot.in