LIVESenin, 19 Oktober 2026 • Memuat waktu...Jakarta31°C
PASAR REAL-TIME:
IHSG7.842,15+0.68%|
EMAS ANTAMRp2.655.000/gr+1.42%|
USD / IDRRp18.045+0.14%|
EUR / IDRRp20.221+3.64%|
BITCOINRp1.492.370.000+1.28%|
IHSG7.842,15+0.68%|
EMAS ANTAMRp2.655.000/gr+1.42%|
USD / IDRRp18.045+0.14%|
EUR / IDRRp20.221+3.64%|
BITCOINRp1.492.370.000+1.28%|

Presiden Prabowo Panggil Akademisi ke Istana Bahas Gambut dan Karhutla

H
Hendra Wijaya
Redaktur Nasional
Minggu, 25 Oktober 2026 pukul 11.00 WIB•3 menit baca
BAGIKAN:Posting di XWhatsAppFacebook
Presiden Prabowo Panggil Akademisi ke Istana Bahas Gambut dan Karhutla
Ilustrasi akselerasi transaksi digital dan ekosistem pembayaran perbankan. (Foto: Dok. Istimewa)

Sorotan Utama Berita

  • Pertemuan khusus di Istana Merdeka melibatkan Presiden Prabowo dan sejumlah akademisi ahli.
  • Fokus utama diskusi adalah pengelolaan lahan gambut yang tepat guna dan pencegahan kebakaran hutan serta lahan (karhutla).
  • Pemerintah berupaya memadukan kajian ilmiah dengan kebijakan mitigasi bencana nasional yang efektif.

SOROT.IN, JAKARTA — Langkah preventif dalam menghadapi ancaman lingkungan kembali dipertegas oleh pemerintah pusat. Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, secara khusus mengundang sejumlah akademisi dan pakar lingkungan ke Istana Merdeka, Jakarta, untuk duduk bersama membahas strategi komprehensif mengenai pengelolaan lahan gambut serta pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang kerap menjadi tantangan tahunan.

Diskusi intensif ini mencerminkan komitmen nyata pemerintah dalam mendengarkan basis data ilmiah serta rekomendasi dari perguruan tinggi sebelum mengambil kebijakan strategis. Mengingat luasnya ekosistem gambut di Indonesia, pendekatan berbasis sains dinilai sangat krusial agar perlindungan lingkungan dapat berjalan seiring dengan produktivitas masyarakat sekitar tanpa menimbulkan dampak ekologis yang merugikan.

Sinergi Sains dan Kebijakan Publik

Dalam pertemuan tersebut, berbagai masukan teknis terkait restorasi hidrologi gambut dan pemetaan wilayah rawan titik panas (hotspot) dikaji secara mendalam. Para akademisi memaparkan sejumlah temuan riset terbaru yang menunjukkan bahwa intervensi dini pada musim kemarau jauh lebih efektif ketimbang penanganan darurat setelah kebakaran meluas di berbagai wilayah seperti Sumatera dan Kalimantan.

Pemerintah menyadari bahwa pencegahan karhutla bukan sekadar tugas pemadaman di lapangan, melainkan penataan ekosistem secara menyeluruh. Oleh karena itu, kolaborasi lintas sektor yang melibatkan akademisi, korporasi pemegang izin lahan, serta masyarakat lokal akan terus dioptimalkan guna menciptakan sistem peringatan dini yang lebih tangguh di tingkat tapak.

Dampak Jangka Panjang bagi Lingkungan dan Ekonomi

Upaya serius dalam menjaga kelestarian lahan gambut ini diyakini akan memberikan dampak positif yang luas, tidak hanya bagi penurunan emisi karbon nasional, tetapi juga dalam menjaga stabilitas kesehatan masyarakat dari ancaman kabut asap. Kebijakan yang terarah juga akan memperkuat posisi Indonesia di kancah internasional dalam komitmen pengurangan dampak perubahan iklim.

Melalui dialog berkelanjutan di Istana Merdeka ini, Presiden Prabowo berharap eksekusi kebijakan di lapangan dapat berjalan lebih terpadu, tepat sasaran, dan meminimalisir kerugian ekologis maupun ekonomi yang selama ini ditimbulkan oleh bencana karhutla setiap tahunnya.

Tanya Jawab Seputar Topik Ini

Apa topik utama dalam pertemuan Presiden Prabowo dan akademisi di Istana Merdeka?

Topik utamanya adalah pengelolaan lahan gambut berkelanjutan serta strategi pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia.

Mengapa pelibatan akademisi penting dalam pencegahan karhutla?

Pelibatan akademisi penting agar kebijakan pemerintah didasarkan pada data ilmiah, riset ekologis yang akurat, serta metode mitigasi bencana yang paling efektif di lapangan.

TOPIK:#Prabowo Subianto#Karhutla#Lahan Gambut#Istana Merdeka#Lingkungan Hidup
BAGIKAN:Posting di XWhatsAppFacebook
Rekomendasi Untuk AndaKonten Bersponsor
Presiden Prabowo Panggil Akademisi ke Istana Bahas Gambut dan Karhutla | Sorot.in