LIVESenin, 19 Oktober 2026 • Memuat waktu...Jakarta31°C
PASAR REAL-TIME:
IHSG7.842,15+0.68%|
EMAS ANTAMRp2.655.000/gr+1.42%|
USD / IDRRp18.045+0.14%|
EUR / IDRRp20.221+3.64%|
BITCOINRp1.492.370.000+1.28%|
IHSG7.842,15+0.68%|
EMAS ANTAMRp2.655.000/gr+1.42%|
USD / IDRRp18.045+0.14%|
EUR / IDRRp20.221+3.64%|
BITCOINRp1.492.370.000+1.28%|

Fenomena Baru Mal di Indonesia: Bukan Lagi Tempat Belanja, Tapi Ruang Ketiga Warga

A
Anisa Putri
Editor Gaya Hidup
Jumat, 30 Oktober 2026 pukul 20.00 WIB•3 menit baca
BAGIKAN:Posting di XWhatsAppFacebook
Fenomena Baru Mal di Indonesia: Bukan Lagi Tempat Belanja, Tapi Ruang Ketiga Warga
Ilustrasi penayangan film terbaru karya sineas perfilman tanah air di bioskop. (Foto: Dok. Istimewa)

Sorotan Utama Berita

  • Mal di Indonesia beralih fungsi menjadi ruang ketiga untuk bersosialisasi dan rekreasi keluarga.
  • Destinasi kuliner tematik seperti Rans Nusantara Hebat dan Park Shanghai PCM menjadi daya tarik utama.
  • Perubahan tren ini menuntut pengelola pusat perbelanjaan untuk terus berinovasi demi menarik pengunjung.

SOROT.IN, JAKARTA — Pusat perbelanjaan atau mal di berbagai kota besar di Indonesia kini tidak lagi hanya dipandang sebagai surga belanja semata. Perilaku konsumen modern telah bergeser secara signifikan, di mana kunjungan ke mal lebih sering didorong oleh kebutuhan mencari hiburan, bersosialisasi, hingga menikmati ragam kuliner yang unik bersama keluarga.

Transformasi ini terlihat jelas dari bagaimana pengelola mal mulai mengurangi porsi toko retail pakaian dan memperluas area terbuka, taman bermain anak, serta pusat kuliner tematik. Ruang publik di dalam mal kini berfungsi sebagai tempat pelarian sejenak dari penatnya rutinitas harian perkotaan bagi masyarakat urban.

Destinasi Kuliner dan Rekreasi Tematik Menjadi Magnet Baru

Kehadiran pusat kuliner skala besar seperti Rans Nusantara Hebat atau kawasan bernuansa oriental seperti Park Shanghai PCM di Surabaya Timur membuktikan bahwa daya tarik utama mal saat ini adalah pengalaman rasa dan suasana. Masyarakat rela datang jauh-jauh bukan untuk membawa pulang kantong belanjaan penuh, melainkan untuk mencicipi hidangan viral dan berfoto di area yang Instagramable.

Selain kuliner, area publik yang ramah anak juga menjadi prioritas. Para orang tua kerap memanfaatkan akhir pekan untuk mengajak anak-anak mereka berekreasi di dalam ruangan ber-AC yang aman dan nyaman, sekaligus mencari solusi praktis ketika anak menghadapi masalah susah makan dengan mencoba berbagai varian menu sehat di restoran keluarga.

Menjawab Tantangan Gaya Hidup Urban di Era Modern

Fenomena pergeseran fungsi mal ini mencerminkan kebutuhan psikologis masyarakat modern akan ruang ketiga (third place) di luar rumah dan tempat kerja. Mal telah berhasil mereposisi dirinya sebagai pusat komunitas yang inklusif bagi semua kalangan usia, mulai dari Gen Z yang mencari spot nongkrong estetik hingga para orang tua yang membutuhkan hiburan keluarga.

Ke depan, keberhasilan sebuah pusat perbelanjaan tampaknya tidak lagi diukur dari seberapa banyak merek mewah yang bernaung di dalamnya, melainkan dari kemampuan mereka menciptakan pengalaman emosional yang berkesan. Dengan terus beradaptasi pada tren gaya hidup yang dinamis, mal terbukti mampu bertahan dan tetap relevan di tengah gempuran era digital saat ini.

Tanya Jawab Seputar Topik Ini

Mengapa kunjungan ke mal di Indonesia saat ini tidak lagi berfokus pada belanja?

Masyarakat modern lebih mencari pengalaman sosial, rekreasi keluarga, dan wisata kuliner untuk melepas penat dari rutinitas harian, sehingga mal bertransformasi menjadi ruang ketiga.

Apa saja daya tarik utama yang kini sering dicari pengunjung di pusat perbelanjaan?

Daya tarik utamanya meliputi pusat kuliner tematik berskala besar, area bermain anak yang interaktif, serta spot-spot estetis untuk bersosialisasi.

TOPIK:#Gaya Hidup#Mal Indonesia#Kuliner Viral#Tren Masyarakat#Ruang Publik
BAGIKAN:Posting di XWhatsAppFacebook
Rekomendasi Untuk AndaKonten Bersponsor
Fenomena Baru Mal di Indonesia: Bukan Lagi Tempat Belanja, Tapi Ruang Ketiga Warga | Sorot.in