LIVESenin, 19 Oktober 2026 • Memuat waktu...Jakarta31°C
PASAR REAL-TIME:
IHSG7.842,15+0.68%|
EMAS ANTAMRp2.655.000/gr+1.42%|
USD / IDRRp18.045+0.14%|
EUR / IDRRp20.221+3.64%|
BITCOINRp1.492.370.000+1.28%|
IHSG7.842,15+0.68%|
EMAS ANTAMRp2.655.000/gr+1.42%|
USD / IDRRp18.045+0.14%|
EUR / IDRRp20.221+3.64%|
BITCOINRp1.492.370.000+1.28%|

Rapor 2 Tahun Pemerintahan Prabowo: Tingkat Kepuasan Sektor Pendidikan Capai 66 Persen di Tengah Sorotan CELIOS

D
Dewi Lestari
Redaktur Pendidikan & Edukasi
Selasa, 27 Oktober 2026 pukul 20.01 WIB•3 menit baca
BAGIKAN:Posting di XWhatsAppFacebook
Rapor 2 Tahun Pemerintahan Prabowo: Tingkat Kepuasan Sektor Pendidikan Capai 66 Persen di Tengah Sorotan CELIOS
Ilustrasi pusat perkotaan dan aktivitas kawasan pemerintahan di Jakarta. (Foto: Dok. Istimewa)

Sorotan Utama Berita

  • Tingkat kepuasan publik terhadap sektor pendidikan di bawah pemerintahan Prabowo menyentuh angka 66 persen.
  • Lembaga riset CELIOS memberikan skor evaluasi 2,9 dari skala 10 yang memicu perdebatan luas di ruang publik.
  • Pemerintah terus memperluas akses beasiswa LPDP dan BPI untuk meningkatkan kualitas guru hingga kancah internasional.

SOROT.IN, JAKARTA — Sektor pendidikan nasional kembali menjadi sorotan utama dalam evaluasi dua tahun perjalanan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Berbagai lembaga survei dan institusi riset independen mulai membedah capaian nyata yang dirasakan langsung oleh masyarakat, mulai dari tingkat kepuasan publik hingga efektivitas kebijakan anggaran dan kualitas tenaga pengajar di seluruh pelosok tanah air.

Di satu sisi, data survei menunjukkan tingkat kepuasan publik yang cukup solid berada di kisaran 66 persen terhadap kinerja kementerian terkait pendidikan. Angka ini mencerminkan apresiasi masyarakat terhadap berbagai program konkret, seperti distribusi bantuan operasional sekolah, perhatian terhadap kesejahteraan guru, serta kemudahan akses layanan pendidikan yang terus digenjot oleh pemerintah.

Kontras Penilaian CELIOS dan Realitas Lapangan

Kendati demikian, angka kepuasan tersebut berbanding terbalik dengan hasil kajian dari Center of Economic and Law Studies (CELIOS) yang memberikan skor evaluasi 2,9 dari skala 10 untuk sektor pendidikan. Perbedaan mencolok ini memicu diskursus kritis di kalangan pengamat, akademisi, serta pembuat kebijakan mengenai indikator apa saja yang seharusnya digunakan untuk mengukur keberhasilan reformasi pendidikan secara komprehensif.

Kritik yang disampaikan oleh lembaga riset umumnya menyoroti tantangan struktural yang masih belum sepenuhnya terselesaikan, seperti pemerataan fasilitas sekolah di daerah tertinggal, disparitas kualitas guru, hingga efisiensi birokrasi pendidikan. Namun di sisi lain, langkah-langkah progresif juga tengah gencar dilakukan, termasuk perluasan akses beasiswa LPDP dan program Beasiswa Pendidikan Indonesia (BPI) yang kini membuka peluang lebih luas bagi guru-guru di pelosok desa untuk melanjutkan studi S2 dan S3 demi mendongkrak kualitas pengajaran.

Langkah Strategis Peningkatan Kualitas Guru

Menanggapi berbagai dinamika rapor merah dan biru tersebut, fokus utama Kementerian Pendidikan kini diarahkan pada penguatan kompetensi sumber daya manusia pengajar. Kisah sukses sejumlah guru dari sekolah kecil di pedesaan yang berhasil menembus panggung dunia berkat dukungan pendanaan pendidikan membuktikan bahwa potensi lokal Indonesia mampu bersaing secara global apabila diberikan fasilitas yang memadai.

Ke depan, tantangan terbesar bagi kabinet adalah bagaimana menjembatani antara ekspektasi birokrasi, hasil riset kritis, dan realitas di lapangan. Pemerintah diharapkan mampu merespons masukan konstruktif dari lembaga seperti CELIOS tanpa mengabaikan aspirasi mayoritas masyarakat yang telah merasakan dampak positif dari program-program pendidikan yang sedang berjalan.

Secara keseluruhan, evaluasi dua tahun ini menjadi momentum refleksi penting bagi ekosistem pendidikan Indonesia. Dengan menggabungkan pendekatan berbasis data, transparansi anggaran, serta keberpihakan nyata pada kesejahteraan guru dan siswa, sistem pendidikan nasional diharapkan tidak hanya mengejar angka kepuasan semata, tetapi juga melahirkan generasi masa depan yang berdaya saing global.

Tanya Jawab Seputar Topik Ini

Berapa tingkat kepuasan publik terhadap sektor pendidikan dalam rapor 2 tahun pemerintahan Prabowo?

Tingkat kepuasan publik terhadap sektor pendidikan tercatat berada di angka 66 persen berdasarkan hasil survei yang dirilis.

Apa dasar penilaian CELIOS terhadap sektor pendidikan nasional?

CELIOS memberikan skor evaluasi 2,9 dari 10 yang menyoroti berbagai tantangan struktural seperti pemerataan fasilitas, kualitas guru, dan efisiensi kebijakan.

TOPIK:#Pendidikan Indonesia#Rapor 2 Tahun Prabowo#CELIOS#Beasiswa LPDP#Kualitas Guru
BAGIKAN:Posting di XWhatsAppFacebook
Rekomendasi Untuk AndaKonten Bersponsor
Rapor 2 Tahun Pemerintahan Prabowo: Tingkat Kepuasan Sektor Pendidikan Capai 66 Persen di Tengah Sorotan CELIOS | Sorot.in