LIVESenin, 19 Oktober 2026 • Memuat waktu...Jakarta31°C
PASAR REAL-TIME:
IHSG7.842,15+0.68%|
EMAS ANTAMRp2.655.000/gr+1.42%|
USD / IDRRp18.045+0.14%|
EUR / IDRRp20.221+3.64%|
BITCOINRp1.492.370.000+1.28%|
IHSG7.842,15+0.68%|
EMAS ANTAMRp2.655.000/gr+1.42%|
USD / IDRRp18.045+0.14%|
EUR / IDRRp20.221+3.64%|
BITCOINRp1.492.370.000+1.28%|

Peringatan Keras Program MBG Bisa Sia-sia Jika Anak Dikepung Jajanan Tak Sehat

A
Anisa Putri
Editor Gaya Hidup
Senin, 26 Oktober 2026 pukul 15.02 WIB•3 menit baca
BAGIKAN:Posting di XWhatsAppFacebook
Peringatan Keras Program MBG Bisa Sia-sia Jika Anak Dikepung Jajanan Tak Sehat
Dokumentasi peliputan terkait Peringatan Keras Program MBG Bisa Sia-sia Jika Anak Dikepung Jajanan Tak Sehat. (Foto: Wikimedia Commons)

Sorotan Utama Berita

  • Program Makan Bergizi Gratis (MBG) terancam kurang optimal jika anak masih bebas membeli jajanan tidak sehat.
  • Lingkungan sekolah dan luar sekolah memegang peranan krusial dalam membentuk pola konsumsi anak sehari-hari.
  • Kolaborasi lintas sektor diperlukan untuk mengawasi peredaran makanan tinggi gula, garam, dan lemak di sekitar anak.

SOROT.IN, JAKARTA — Program strategis nasional seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintah kini menjadi sorotan utama masyarakat luas. Niat mulia untuk memperbaiki kualitas gizi generasi penerus bangsa demi menyongsong Indonesia Emas 2045 tentu diapresiasi banyak pihak. Kendati demikian, berbagai kalangan pengamat kesehatan dan pemerhati anak memberikan peringatan keras bahwa program ini berpotensi sia-sia apabila fondasi lingkungan sekitarnya diabaikan.

Ancaman terbesar bagi efektivitas program gizi ini bukanlah pada proses distribusi makanannya, melainkan pada paparan konstan makanan kurang sehat di sekitar anak. Saat ini, kantin sekolah maupun pedagang di luar gerbang sekolah masih marak menjajakan produk pangan tinggi gula, garam, lemak jenuh, dan zat aditif buatan. Tanpa adanya pembatasan yang tegas, anak-anak yang telah diberi makanan bergizi di dalam kelas berisiko tinggi tetap mengonsumsi jajanan tidak sehat pada jam istirahat.

Tantangan Nyata di Lingkungan Sekolah

Realitas di lapangan menunjukkan bahwa jajanan murah berwajah menarik sangat mudah diakses oleh anak-anak usia sekolah dasar hingga menengah. Makanan ultra-proses dengan cita rasa gurih buatan kerap menjadi primadona karena harganya yang terjangkau dan rasanya yang kuat di lidah anak. Kondisi ini menciptakan paradoks di mana intervensi gizi resmi dari pemerintah berbenturan langsung dengan bebasnya peredaran makanan rendah nutrisi di ruang publik.

Dampak jangka panjang dari pembiaran ini tidak bisa dianggap remeh, mulai dari ancaman obesitas anak, malnutrisi terselubung, hingga risiko penyakit degeneratif di usia muda seperti diabetes tipe 2. Oleh karena itu, pengawasan ketat terhadap kantin sekolah dan pedagang kaki lima di zona pendidikan harus menjadi agenda mendesak. Sekolah tidak boleh lagi hanya berfungsi sebagai tempat transfer ilmu, tetapi juga harus bertransformasi menjadi zona aman pangan yang higienis dan bernutrisi.

Sinergi Pemerintah dan Orang Tua

Keberhasilan intervensi gizi nasional tidak akan tercapai hanya melalui keputusan sepihak dari pemerintah pusat tanpa adanya keterlibatan aktif ekosistem lokal. Pihak sekolah, komite, guru, serta orang tua murid wajib memiliki kesadaran kolektif yang sama mengenai pentingnya literasi gizi sejak dini. Edukasi kepada anak mengenai bahaya bahan pengawet dan pewarna buatan harus ditanamkan secara konsisten baik di rumah maupun di ruang kelas.

Pada akhirnya, program Makan Bergizi Gratis harus dilihat sebagai momentum pembenahan total budaya makan anak Indonesia, bukan sekadar pembagian menu harian semata. Jika pengawasan rantai makanan di luar porsi resmi pemerintah gagal dikendalikan, maka anggaran besar yang digelontorkan dikhawatirkan hanya menjadi angin lalu tanpa perubahan status kesehatan anak yang signifikan. Mari kawal bersama agar masa depan generasi muda benar-benar terlindungi dari kepungan makanan tak sehat.

Tanya Jawab Seputar Topik Ini

Mengapa program MBG dinilai bisa sia-sia jika anak masih mengonsumsi makanan tak sehat?

Karena asupan gizi seimbang yang diberikan melalui program MBG akan tereliminasi oleh dampak buruk dari konsumsi jajanan tinggi gula, garam, lemak, dan bahan kimia buatan yang dikonsumsi secara rutin di luar jam makan tersebut.

Siapa yang paling bertanggung jawab dalam mengawasi jajanan anak di lingkungan sekolah?

Tanggung jawab ini bersifat kolektif, melibatkan pihak sekolah untuk mengatur kantin sehat, pemerintah daerah melalui dinas terkait untuk pengawasan pedagang, serta orang tua dalam membekali anak kesadaran memilih makanan.

TOPIK:#Makan Bergizi Gratis#Kesehatan Anak#Gaya Hidup Sehat#Pendidikan Gizi#Jajanan Sekolah
BAGIKAN:Posting di XWhatsAppFacebook
Rekomendasi Untuk AndaKonten Bersponsor
Peringatan Keras Program MBG Bisa Sia-sia Jika Anak Dikepung Jajanan Tak Sehat | Sorot.in