LIVESenin, 19 Oktober 2026 • Memuat waktu...Jakarta31°C
PASAR REAL-TIME:
IHSG7.842,15+0.68%|
EMAS ANTAMRp2.655.000/gr+1.42%|
USD / IDRRp18.045+0.14%|
EUR / IDRRp20.221+3.64%|
BITCOINRp1.492.370.000+1.28%|
IHSG7.842,15+0.68%|
EMAS ANTAMRp2.655.000/gr+1.42%|
USD / IDRRp18.045+0.14%|
EUR / IDRRp20.221+3.64%|
BITCOINRp1.492.370.000+1.28%|

Harga Emas di Banda Aceh Tembus Rp7,6 Juta per Mayam, Belum Termasuk Ongkos

N
Nadia Kusuma
Redaktur Ekonomi & Bisnis
Jumat, 30 Oktober 2026 pukul 03.00 WIB•3 menit baca
BAGIKAN:Posting di XWhatsAppFacebook
Harga Emas di Banda Aceh Tembus Rp7,6 Juta per Mayam, Belum Termasuk Ongkos
Ilustrasi semangat olahraga bulu tangkis yang menjadi kebanggaan masyarakat Indonesia. (Foto: Dok. Istimewa)

Sorotan Utama Berita

  • Harga emas murni di Banda Aceh menembus angka Rp7,6 juta per mayam di luar biaya pembuatan atau ongkos.
  • Minat investor global saat ini cenderung beralih ke dolar AS di tengah ketidakpastian ekonomi.
  • Para ahli ekonomi mengingatkan bahwa lonjakan harga komoditas berharga tinggi tidak selalu mencerminkan kondisi ekonomi yang sehat.

SOROT.IN, JAKARTA — Pasar perhiasan dan investasi logam mulia di Banda Aceh hari ini dikejutkan oleh lonjakan harga yang cukup signifikan. Harga jual emas murni tercatat berada di kisaran Rp7,6 juta per mayam, sebuah angka yang cukup tinggi bagi masyarakat lokal yang biasa menjadikan emas sebagai instrumen simpanan jangka panjang maupun mahar pernikahan. Perlu dicatat bahwa harga fantastis tersebut murni merupakan nilai komoditas dasarnya saja dan belum termasuk biaya ongkos tukang atau pembuatan perhiasan.

Kenaikan harga ini tentu menjadi perhatian serius bagi para pelaku pasar dan masyarakat setempat yang ingin melakukan transaksi jual beli. Di sisi lain, tren pergerakan logam mulia di tingkat domestik ini tidak dapat dilepaskan dari sentimen pasar global yang sedang bergejolak. Fluktuasi nilai tukar serta kebijakan bank sentral utama dunia turut memberikan tekanan langsung terhadap komoditas lindung nilai atau safe haven tersebut.

Dinamika Investasi: Emas versus Dolar AS

Di tengah tren kenaikan harga emas yang kian mendekati rekor psikologis baru, dinamika perilaku investor secara global menunjukkan pergeseran yang cukup menarik. Berdasarkan data dari berbagai bursa keuangan internasional, minat investor saat ini terpantau lebih tinggi untuk memburu mata uang US Dollar dibandingkan memegang posisi di instrumen emas. Penguatan dolar didorong oleh ekspektasi suku bunga tinggi yang masih akan dipertahankan dalam jangka waktu lebih lama oleh bank sentral Amerika Serikat, The Federal Reserve.

Fenomena ini menciptakan persaingan ketat bagi para pemburu aset aman. Sebagian besar investor institusional memilih likuiditas tinggi yang ditawarkan oleh dolar, sementara investor ritel di dalam negeri tetap mempertahankan tradisi membeli emas fisik sebagai benteng perlindungan terhadap inflasi. Kondisi ini membuat pasar emas domestik, termasuk di Banda Aceh, bergerak dengan karakteristiknya sendiri yang dipengaruhi oleh hukum permintaan dan penawaran lokal.

Pandangan Ahli Ekonomi Terkait Tren Harga Logam Mulia

Lonjakan harga komoditas emas yang kian merangkak naik hingga mendekati level tertinggi memunculkan perdebatan di kalangan akademisi dan praktisi keuangan. Sejumlah profesor ekonomi mengingatkan bahwa reli harga emas yang terlalu tinggi dan nyaris menembus batas psikologis bukanlah selalu pertanda baik bagi perekonomian makro. Seringkali, lonjakan harga yang agresif merupakan cerminan dari meningkatnya kecemasan pasar terhadap resesi, ketidakpastian geopolitik, atau pelemahan daya beli mata uang fiat.

Bagi masyarakat awam yang ingin memulai atau melanjutkan investasi emas, edukasi finansial menjadi kunci utama agar tidak terjebak dalam pembelian di harga puncak. Disarankan untuk selalu memantau pergerakan harga harian, memahami selisih harga beli dan jual (spread), serta menyesuaikan alokasi aset dengan profil risiko masing-masing. Dengan strategi yang matang, investasi logam mulia tetap dapat diandalkan sebagai penjaga kekayaan di tengah situasi ekonomi yang dinamis.

Tanya Jawab Seputar Topik Ini

Berapa harga emas di Banda Aceh saat ini?

Harga emas murni di Banda Aceh tercatat berada di kisaran Rp7,6 juta per mayam, dan harga tersebut belum termasuk biaya ongkos pembuatan perhiasan.

Apa satuan mayam yang sering digunakan untuk mengukur emas di Aceh?

Mayam adalah satuan berat tradisional yang umum digunakan masyarakat Aceh dalam transaksi jual beli emas, di mana 1 mayam setara dengan kurang lebih 3,33 gram.

TOPIK:#Harga Emas Banda Aceh#Investasi Emas#Ekonomi Indonesia#Emas Antam#Dolar AS
BAGIKAN:Posting di XWhatsAppFacebook
Rekomendasi Untuk AndaKonten Bersponsor
Harga Emas di Banda Aceh Tembus Rp7,6 Juta per Mayam, Belum Termasuk Ongkos | Sorot.in